Permasalahan Sampah
PERMASALAHAN SAMPAH
Sustainable Lifesyle:- Langkah Proaktif
Berani melawan/mengambil langkah-langkah secara aktif untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
-Produktif
mengacu pada upaya untuk menciptakan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari baik melalui praktek,pertanian organik/mengembangkan produk.
-Pintar
melibatkan pengambilan keputusan yang cerdas dan berbasis pengetahuan dalam gaya hidup.
-Partisipatif
mendorong partisipatif aktif dari individu dan komunitas dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
MANFAAT SAMPAH
Sampah dapat bermanfaat jika kita dapat mengelolanya.
Sampah dapat memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Sampah yang dikelola dengan baik dan rutin dibersihkan dapat membuat lingkungan bebas dari tumpukan sampah dan tidak menjadi media berkembangnya penyakit.
- Sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun kering, batang, dan sisa makanan lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman.
- Sampah anorganik seperti botol plastik atau botol sampo dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan seperti pot bunga, bunga hias, dan asbak.
- Sampah organik dan anorganik dapat diolah menjadi biogas dan listrik sebagai alternatif pengganti tabung elpiji.
- Sampah organik dapat dijadikan media untuk budidaya jamur karena dapat memberikan hasil memuaskan.
- Sampah organik dapat menjadi tambahan pakan ternak untuk kambing, sapi, ayam, babi, dan lainnya.
- Sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bangunan dengan menggunakan kalsium karbonat.
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan, melestarikan sumber daya alam, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, di antaranya:
- Sampah dapat mencemari lingkungan darat, udara, dan perairan. Sampah anorganik seperti plastik, kaca, keramik, kain, dan logam dapat mencemari air, tanah, dan udara.
- Sampah dapat menjadi sumber penyakit, seperti diare, tifus, dan penyakit infeksi lainnya. Sampah yang banyak mengandung makanan busuk dapat menjadi sarang bakteri.
- Sampah yang dibuang ke sungai atau selokan dapat menyumbat aliran air. Saat hujan, air yang tertahan akan merembes keluar dan menimbulkan banjir.
- Sampah yang menumpuk, seperti di Tempat Pemrosesan Sampah (TPA), dapat menyebabkan longsor.
- Sampah makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana yang menyebabkan efek rumah kaca dan perubahan iklim.
- Sampah yang bertebaran dapat membuat lingkungan tidak menyenangkan, seperti bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk.
Untuk mengatasi masalah sampah, Anda dapat mengurangi produksi sampah dan memilah sampah untuk didaur ulang.
bang aku punya sampah tapi ngga tahu buat apa
BalasHapushaiii damarr
BalasHapustutor bang
BalasHapusSemangat
BalasHapushebatt
BalasHapus